Tampilkan postingan dengan label Materi Keperawatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi Keperawatan. Tampilkan semua postingan

Ulcus pepticum

>> Minggu, 23 Agustus 2009

Kejadian ulkus peptikum
Prevalence ulkus peptikum 3-5%
Ulkus duodenum 4-5x Ulkus gaster
Sering ulkus peptikum kambuh setelah pengobatan
“H. pylori eradication” atau menurunkan asam lambung jangka lama menurunkan kekambuhan sampai hanya 6%
Penggunaan NSAID lama menimbulkan kejadian ulkus peptikum 15 - 20%
10 – 20% pasien dengan ulkus peptikum, Helicobacter pylori positif.

Batasan
Gastritis : iritasi umum pada gaster
Ulcer : proses iritasi dan inflamasi yang mana terjadi kerusakan jaringan dari mukosa, submukosa sampai muskularis mukosa, berbatas tegas dan ada hubungannya dengan cairan asam lambung serta pepsin.
Peptic ulcer terdiri dari gastric ulcer atau duodenal ulcer.
Gastritis : iritasi umum pada gaster
Ulcer : proses iritasi dan inflamasi yang mana terjadi kerusakan jaringan dari mukosa, submukosa sampai muskularis mukosa, berbatas tegas dan ada hubungannya dengan cairan asam lambung serta pepsin.
Peptic ulcer terdiri dari gastric ulcer atau duodenal ulcer.

Patofisiologi
Peptic ulcer timbul akibat gangguan keseimbangan antara asam lambung-pepsin dan daya tahan mukosa.
Tukak duodenum : umumnya terdapat hipersekresi asam lambung dan pepsin karena jumlah sel parietal lebih banyak
Tukak lambung : biasanya sekresi asam lambung normal atau hipokhlor-hidria, faktor utama turunnya daya tahan mukosa.

Etiologi
Produksi asam dan pepsin dalam jumlah lebih banyak,Sedangkan pertahanan alamiah tak cukup kuat dengan adanya asam dan pepsin berlebih tersebut
Infeksi Helicobacter pylori
Penggunaan NSAID
Etiologi ulcus duodenum
Pasien yang tidak mengkonsumsi NSAID, kejadian ulkus duodenum 90% disebabkan oleh H. pylori.

Sering karena :
H pylori infection
Non steroid anti inflamation drug

Jarang oleh :
Zollinger Ellison Syndrome
Hypercalcemia
Granulomatous disease (crohn’s disease)
Neoplasia
Infection (tuberculosa, sypilis, herpes symplex)


Etiologi ulcus gaster
H. pylori infection
Non steroid anti inflamation drug
Neoplasia
Stress
Crohn’s disease
Infection (herpes symplex)


Gejala ulcus duodenum
Nyeri sampai terbangun dari tidurnya
Terasa terbakar di epigastrium
Kadang juga nyeri di belakang, abdomen bawah atau di dada
Nyeri terjadi bila perut kosong kira-kira 2 jam setelah tidur malam. Dan hilang bila diisi makanan (hunger pain foot relief).
Nyeri berkurang dengan pemberian antasida.


Gejala ulcus gaster
Nyeri mungkin lebih ringan dari ulkus duodenum dan terdapat pada abdomen atas
Kadang makan akan meningkatkan nyeri
Sifat nyeri terasa kram dan tumpul
Gejala lain nausea, muntah dan berat badan turun


Gejala ulcus pepticum
Beberapa kasus ulkus peptikum tanpa gejala dan ditemukan perdarahan yang tidak nyeri, anemia atau feses kehitaman
Kadang timbul muntah kehitaman “coffee ground”



Diagnosa

Gejala penderita
Upper GI, dengan minum barium kemudian dilakukan x-ray tampak ulkus didinding gaster atau duodenum. Tidak ditemukan gambaran ulkus pada x-ray tidak menyingkiran adanya ulkus peptikum. Sensitifitas 75 – 90%.
Endoscopy – untuk diagnosa dan follow up. Ulkus gaster lebih sering kemungkinan terjadi cancer dari pada ulkus duodenum, oleh karena itu saat dilakukan endoscopy juga dilakukan biopsi.


Factor resiko
Menggunakan NSAID
Infeksi helicobacter pylori
Kronik gastritis
Merokok
Minum alkohol
Golongan darah O untuk tukak duodenum.



Komplikasi
Perdarahan
Perforasi
Obstruksi ( ulkus berulang menimbulkan jaringan scar yang dapat membuntu GI track.


Tata laksana
Menghilangkan gejala
Menyembuhkan ulkus peptikum
Mencegah komplikasi
Mengurangi kekambuhan
Meminimalkan efek samping pengobatan
Pertimbangkan biaya dan keuntungannya
Medikasi – yang mana menurunkan asam lambung akan mengurangi nyeri dan membantu kesembuhan
Kebanyakan akan sembuh dalam 4 – 6 minggu dengan pengobatan teratur. Gejala mungkin hilang dalam beberapa hari tetapi pengobatan jangan dihentikan.
Malam hari merupakan waktu yang baik untuk penyembuhan ulkus karena pada saat itu asam lambung diproduksi dalam jumlah besar. Minum antasida diantara makan atau sebelum tidur untuk menetralisir asam lambung dan menghilangkan nyeri.

Hindari minum NSAID
Hati-hati dengan efek samping medikasi diare, dizziness, nausea, rash dan headache

Diit
makanan seimbang
hindari alkohol, caffein, makanan berlemak dan makanan laut
Jangan makan dua jam sebelum tidur
Jangan merokok
Kurangi stress



Pilihan terapi
Antacids
H2 Receptor Antagonists
Bismuth
Sucralfate
Proton Pump Inhibitors
Triple Therapy
(Surgery)


Antacids
Paling banyak digunakan (sodium bicarbonate)
Aluminium Hydroxide & Magnesium Hydroxide (constipation & diarrhoea)
Cara kerja menetralisasi asam lambung yang di produksi sel parietal.
Hati-hati pemberian pada penderita hipertensi, sakit jantung, renal atau liver.
Diberikan 6-7 kali 2 tablet yaitu 1 jam dan 3 jam setelah makan dan sebelum tidur malam.
Terdapat interaksi obat pemberian dengan digoxin; tetracyclines; phenytoin; quinolones; ketoconazole


H2 receptor antagonist
Cimetidine; Ranitidine; Famotidine
Diabsorbsi baik pemakaian melalui oral (absorbsi menurun pemakaian dengan antasida)
Ekskresi melaui renal, ok dosis diturunkan bila ada gangguan renal.
Efek samping jarang kec. Cimetidine – gynaecomastia, confusion, psychosis
Tablet cimetidin 3-4 x 200mg atau 2 x 400mg
Tablet ranitidin 2 x 150 mg atau 300 mg malam hari
Tablet famotidin 2 x 20 mg atau 40 mg malam hari.


Bismuth subcitrate
Fungsi memperbaiki ketahanan mukosa dan mungkin antibakterial terhadap H. pylori.
Penyerapan minimal
Jangan diberikan pada pasien dengan gagal ginjal krn. Akumulasi terjadi neurotoxicity.
“Blackening of faeces; black tongue & teeth.”
Suasana asam diperlukan maka diberikan satu jam sebelum makan. (jangan diberikan bersama antacida & H2 antagonis)
Bismuth 4 tablet sehari terbagi 2-4 dosis selama 4 – 8 minggu.


Sucralfate
Fungsi memperbaiki ketahanan mukosa
Jangan diberikan bila ada kelainan renal
Bila diberikan bersamaan akan menurunkan absorbsi: digoxin; theophylline; phenytoin; quinolones; tetracyclines.
Sucralfate: 1G 4x sehari untuk 4-8 minggu Maintenance 1G 2x sehari.


Proton pump inhibitor
Prodrugs: Omeprazole, Lansoprazole, Pantoprazole, Rabeprazole. (not on EDL)
Menghambat “hydrogen potassium ATPase enzyme system” (proton pump) melaui ikatan irreversible sehingga terjadi supresi sekresi asam.
Supresi asam lebih kuat dari pada H2 Receptor Antagonis.
Penyembuhan ulkus lebih cepat dibanding obat lain.
Omeprazole 20-40mg tiap pagi untuk 4-8 minggu. Maintenance 20mg perhari.


Triple therapy
Eradication H. pylori.
Bismuth + metronidazole + amoxycillin (atau tetracycline) untuk 2 minggu. Hati-hati dengan efek samping.
Omeprazole + amoxycillin (atau metronidazole) + clarithromycin untuk 1 minggu. (Eradication pada > 95% pasien).
Ranitidine Bismuth Citrate + Clarithromycin + Amoxycillin untuk 1 minggu.
Penggunaan clarithromycin keberhasilan eradikasi menjadi 80-85% sampai 95%.
Diikuti terapi antisekresi untuk 2-6 minggu untuk ulkus besar dan komplikated (diameter >1 cm).

Read more...

ASMA

Definisi Asma:
Asma adalah penyakit inflamasi (radang) kronik saluran napas menyebabkan peningkatan hiperesponsif jalan nafas yang menimbulkan gejala episodik berulang berupa mengi (nafas berbunyi ngik-ngik), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk-batuk terutama malam menjelang dini hari.
Gejala tersebut terjadi berhubungan dengan obstruksi jalan nafas yang luas, bervariasi dan seringkali bersifat reversible dengan atau tanpa pengobatan.
Seperti diketahui, saluran napas manusia bermula dari mulut dan hidung, lalu bersatu di daerah leher menjadi trakea (tenggorok) yang akan masuk ke paru. Di dalam paru, satu saluran napas trakea itu akan bercabang dua, satu ke paru kiri dan satu lagi ke paru kanan. Setelah itu, masing-masing akan bercabang-cabang lagi, makin lama tentu makin kecil sampai 23 kali dan berujung di alveoli, tempat terjadi pertukaran gas, oksigen (O 2 ) masuk ke pembuluh darah, dan karbon dioksida (CO 2 ) dikeluarkan.

Bagaimana cara mengetahui asma?
Saat anda mendatangi dokter anda untuk konsultasi, dokter anda akan menanyakan mengenai riwayat kesehatan keluarga anda yaitu apakah ada salah seorang anggota keluarga anda yang menderita asma? Pertanyaan ini akan mendukung pendapat mereka untuk melakukan test fungsi paru anda atau test pernafasan untuk menyakinkan hasil pemeriksaan sebelum mereka memberikan resep/obat-obatan dan terapi kepada anda.Test fungsi saluran pernafasan/paru digunakan untuk mengukur kemampuan bernafas anda. Hasil pemeriksaan rontgen paru dapat memperlihatkan jika ada sumbatan pada saluran pernafasan yang merupakan indikasi asma.

Siapa saja yang berisiko asma?
Asma adalah penyakit yang dapat terjadi pada siapa saja dan dapat timbul segala usia, meskipun demikian, umumnya asma lebih sering terjadi pada anak-anak usia dibawah lima tahun dan orang dewasa pada usia sekitar tigapuluh tahunan. Para ahli asma mempercayai bahwa asma merupakan penyakit keturunan dan sebagian besar orang yang menderita asma karena allergi terhadap sumber allergi tertentu.

Gejala Asma
Secara umum gejala asma adalah sesak napas, batuk berdahak dan suara napas yang berbunyi ngik-ngik dimana seringnya gejala ini timbul pada pagi hari menjelang waktu subuh, hal ini karena pengaruh keseimbangan hormon kortisol yang kadarnya rendah ketika pagi dan berbagai faktor lainnya.

Penderita asma akan mengeluhkan sesak nafas karena udara pada waktu bernafas tidak dapat mengalir dengan lancar pada saluran nafas yang sempit dan hal ini juga yang menyebabkan timbulnya bunyi ngik-ngik pada saat bernafas. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan yang terjadi dapat berupa pengerutan dan tertutupnya saluran oleh dahak yang dirpoduksi secara berlebihan dan menimbulkan batuk sebagai respon untuk mengeluarkan dahak tersebut. Gambar dibawah ini adalah gambar penampang paru dalam keadaan normal dan saat serangan asma.

Salah satu ciri asma adalah hilangnya keluhan di luar serangan. Artinya, pada saat serangan, penderita asma bisa kelihatan amat menderita (banyak batuk, sesak napas hebat dan bahkan sampai seperti tercekik), tetapi di luar serangan dia sehat-sehat saja (bisa main tenis 2 set, bisa jalan-jalan keliling taman, dan lain-lain). Inilah salah satu hal yang membedakannya dengan penyakit lain (keluhan sesak pada asma adalah revesibel, bisa baik kembali di luar serangan, sementara pada PPOK adalah irreversible , tetap saja sesak setiap waktu).

Faktor Pencetus Serangan Asma
A. Faktor penjamu, faktor pada pasien
Aspek genetik
Kemungkinan alergi
Saluran napas yang memang mudah terangsang
Jenis kelamin
Ras/etnik


B. Faktor lingkungan
Bahan-bahan di dalam ruangan : - Tungau debu rumah- Binatang, kecoa
Bahan-bahan di luar ruangan - Tepung sari bunga - Jamur
Makanan-makanan tertentu, Bahan pengawet, penyedap, pewarna makanan
Obat-obatan tertentu
Iritan (parfum, bau-bauan merangsang, household spray )
Ekspresi emosi yang berlebihan
Asap rokok dari perokok aktif dan pasif
Polusi udara dari luar dan dalam ruangan
Infeksi saluran napas
Exercise induced asthma, mereka yang kambuh asmanya ketika melakukan aktivitas fisik tertentu.
Perubahan cuaca

Bagaimana asma diobati?
Pada dasarnya penanganan asma yang paling efektif adalah dengan menghindari fa k tor-faktor pencetus asma dan menggunakan obat asma untuk mengurangi pembengkakan saluran pernafasan. Pengobatan asma secara cepat/jangka pendek yaitu dengan menggunakan ob at pelega saluran pernafasan seperti inhaler dan nebulizer yang berfungsi menghentikan serangan asma. Pengobatan jangka panjang yang berfungsi untuk mencegah terjadinya serangan asma adalah dengan menggunakan obat-obatan seperti steroid berfungsi untuk tetap membuat saluran pernafasan terbuka dan menggurangi pembengkakan.

Bagaimana asma dimonitor?
Anda dapat memonitor asma dirumah dengan menggunakan alat yang disebut “Peak Flow Meter”. Alat ini akan memperlihatkan ukuran kecepatan maksimal udara yang dapat dihembuskan oleh paru-paru anda. Dengan memonitor puncak hembusan nafas anda setiap hari, anda dapat memprediksi dan mengambil tindakan pencegahan agar tidak mengalami serangan asma.

Read more...

Kanker Nasofaring

Di Indonesia, kanker nasofaring merupakan tumor ganas terbanyak di bidang THT dan merupakan urutan ke-5 terbanyak untuk tumor ganas di seluruh bagian tubuh dengan angka kematian yang tinggi. Etiologi dari kanker nasofaring ini belum diketahui dengan pasti, diduga berkaitan dengan virus Ebstein Barr.

DALAM kasus kanker nasofaring ini, angka kejadian tertinggi didapat pada etnis Mongoloid. Penyakit ini dapat mengenai semua golongan umur, terbanyak pada dekade 4 dan 5. Di daerah endemik, 60% penderita berumur kurang dari 50 tahun. Perbandingan laki-laki dan perempuan 2:1 sampai 4:1. Pada usia ini umumnya mereka masih produktif, sehingga perlu dilakukan usaha maksimal untuk menurunkan angka kematian yang tinggi ini yaitu dengan cara melakukan diagnosa kanker nasofaring sedini mungkin atau pada stadium awal. Diagnosis dini akan menentukan prognosis pasien atau angka bertahan hidup 5 tahun.

Diagnosa kanker nasofaring sering terlambat dilakukan. Hal ini disebabkan gejala dininya tidak khas dan letak nasofaring yang tersembunyi. Ia tersembunyi di belakang rongga hidung dan terletak di bawah dasar kepala serta berhubungan dengan banyak daerah penting di dalam otak dan leher. Penderita seringkali baru datang berobat setelah muncul gejala-gejala akibat penyebaran tumor seperti adanya benjolan di leher atau gangguan saraf. Mengingat letak nasofaring tidak mudah diperiksa, sebaiknya penderita berkonsultasi pada mereka yang ahli sehingga diagnosa dapat ditegakkan sedini mungkin.

Banyak faktor yang diduga berhubungan dengan timbulnya tumor ganas nasofaring, walaupun etiologi yang pasti belum diketahui. Ada dugaan faktor yang berperan di dalamnya adalah infeksi virus Epstein Bar, kerentanan genetik (ras Mongoloid) dan lingkungan termasuk kebiasaan hidup. Faktor lingkunan dan kebiasaan hidup seperti asap kayu yang digunakan untuk memasak, sering kontak dengan zat yang dapat menyebabkan kanker atau zat karsiogenik seperti bensophyrene, gas kimia, asap pabrik, asap obat nyamuk, asap rokok, nitrosamin yang terdapat pada ikan asin.

Gejala Bervariasi
Gejala dini kanker nasofaring sangat bervariasi dan tidak khas seperti gejala influensa biasa. Keluhan yang muncul tergantung dari posisi dan perluasan tumor nasofaring, apakah tumbuh ke arah muara tuba eustachius dari telinga atau ke hidung. Keluhan yang terjadi pada telinga maupun hidung bersifat unilateral atau satu sisi. Umumnya gangguan telinga muncul sebagai gejala dini karena tumor tumor bermula di sekitar muara tuba eustachius yang disebut fossa rossenmuller dimana pertumbuhan tumor akan menyumbat muara tuba. Gangguan pada telinga, dapat berupa rasa penuh di telinga, gangguan pendengaran, telinga mendenging dan rasa nyeri pada telinga.

Keluhan pada hidung berupa sumbatan menetap pada satu sisi atau kedua lubang hidung dan keluar darah berulang (mimisan) atau ingus bercampur darah yang disebabkan dinding permukaan tumor rapuh sehingga mudah berdarah pada iritasi ringan. Keluhan yang lain berupa tidak bisa mencium bau dan hidung berbau.

Gejala yang muncul pada telinga dan hidung ini bukan merupakan gejala khas kanker nasofaring, karena juga dijumpai pada bentuk infeksi penyakit THT yang umumnya sudah banyak dikenal antara lain infeksi telinga tengah, pilek kronis, sinusitis dan lain-lain. Pasien sering menganggap hal ini sebagai sesuatu yang tidak berbahaya akibat mereka tidak secepatnya mengunjungi dokter. Sebaliknya pasien sudah pergi ke dokter tetapi dokter mendiagnosa sebagai pilek-pilek kronis biasa. Tetapi jika sifatnya unilateral -- timbul berulangkali atau menetap tanpa penyebab yang jelas, kewaspadaan terhadap kemungkinan kanker nasofaring harus ditingkatkan apalagi disertai benjolan di leher bagian atas.

Di samping gejala pada telinga dan hidung, gejala sakit kepala juga ditemukan pada kasus dini. Dalam menegakkan diagnosa kanker nasofaring perlu dilakukan serangkaian pemeriksaan dan diagnosa pasti ditegakkan dengan melakukan biopsi nasofaring.

Pemeriksaan
Pemeriksaan nasofaring berupa rinoskopi posterior dengan menggunakan cermin atau dengan endoskopi. Dalam banyak hal, endoskopi 90% lebih menguntungkan karena dapat melihat nasofaring pada stadium awal dengan menilai adanya bentukan peninggian asimetri yang ringan. Karena kegunaannya yang dapat memeriksa nasofaring secara lebih teliti dan lebih rinci, alat ini sangat berguna dalam deteksi dini pada lapisan mukosa di daerah endemik dan berfungsi dalam deteksi dini suatu kekambuhan.

Biopsi nasofaring dapat dilakukan dengan lokal anestesi maupun anestesi umum. Biopsi harus dilakukan secara ''avoe.'' Selanjutnya untuk memastikan kanker nasofaring dilakukan pemeriksaan patologi jaringan biopsi oleh seorang ahli patologi anatomi.

Kemudian, pemeriksaan serologis diperkenalkan saat ini sebagai salah satu cara untuk deteksi dini kanker nasofaring. Dengan masuknya virus ke dalam sel manusia, badan akan membentuk suatu reaksi imunologi atau kekebalan tubuh terhadap antigen-antigen yang ada di dalam virus. Penyelidikan reaksi imunologi terhadap antigen virus Epstein Barr ini telah berhasil mengindentifikasi beberapa antigen khusus yang dijumpai pada karsinoma nasofaring.

1. Antibodi Ig G dan Ig A terhadap Viral Capsid Antigen (VCA). Sampai saat ini, pemeriksaan titer Ig A - VCA dianggap yang paling spesifik dan sensitif untuk diagnosa dini kanker nasofaring. Uji ini juga dianggap metode pilihan untuk keadaan occolt primary yaitu keadaan ditemukannya kelainan berupa pembesaran kelenjar servikal atau destruksi dasar tengkorak atau kelumpuhan saraf otak tanpa adanya tumor di nasofaring.

2. Ig G anti Farly Antigen (FA). Untuk deteksi dini kanker nasofaring, uji ini kurang sensitif jika dibandingkan dengan Ig A - VCA.

3. Antibody Dependent Cellular Cytotoxicty (ADCC). Pemeriksaan ADCC dapat menentukan perjalanan penyakit serta prognosis berdasarkan tinggi rendahnya titer pada waktu diagnosis.

Sebagai sarana diagnosis dini, uji Ig A-VCA merupakan uji yang paling sensitif untuk deteksi dini kanker nasofaring, namun dianjurkan untuk melakukan kombinasi dengan Ig G - EA supaya lebih spesifik dan sensitif. Untuk diagnosa pasti kanker nasofaring, memang tetap harus dilakukan biopsi serta pemeriksaan patologi-anatomi, sedangkan pemeriksaan serologi sebagai salah satu petunjuk deteksi dini kanker nasofaring.

Read more...

Transplantasi Ginjal

Kendala transplantasi ginjal di Indonesia masih tinggi. Tidak hanya biaya, namun juga ketersediaan donor. Padahal, tranplantasi adalah pilihan terbaik untuk penderita gagal ginjal

Penyakit ginjal kronik yang sudah masuk stadium 5 dengan gejala dan tanda uremia memerlukan terapi pengganti ginjal, seperti dialisis atau transplantasi. Dialisis terdiri dari hemodialisis dan dialisis peritoneal. Dialisis peritoneal dilakukan dengan menggunakan peritoneum sebagai membran semipermeabel. Darah yang mengalir pada pembuluh di peritoneum dialirkan dengan cairan dialisat di kavum Douglasi dan diharapkan akan terjadi ultrafiltrasi.
Sedangkan hemodialisis secara langsung mengalirkan darah pembuluh ke dalam mesin untuk disaring dengan membrane dan cairan dialisat.

Dialisis peritoneal merupakan teknik yang masih dipakai di beberapa rumah sakit karena tidak membutuhkan peralatan canggih seperti hemodialisis, dengan biaya yang relatif murah. Namun, tidak semua kasus dapat diatasi dengan dialisis peritoneal. Terapi ini terutama digunakan untuk gagal ginjal akut, pediatrik, geriatrik, atau pasien gawat darurat. Untuk kebanyakan kasus gagal ginjal, hemodialisis lebih optimal untuk dilakukan.

Dijelaskan Prof. DR. Dr. Endang Susalit SpPD-KGH, Kepala Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, meski transplantasi ginjal adalah yang paling ideal, namun bukan berarti dapat dipastikan pasien langsung sembuh setelah mengalami prosedur cangkok. "Tetap diperlukan kontrol teratur dari pasien," ujar Endang. Tapi, transplantasi ginjal lebih unggul baik dari segi prosedur, kualitas hidup, ketergantungan pada fasilitas medik, dan biaya. "Pasien dengan cangkok ginjal tidak merasa lagi sakit ginjal dan dapat hidup dengan normal," ujarnya.

Transplantation The Best
Di Indonesia, transplantasi ginjal pertama kali dilakukan di RSCM tanggal 11 November 1977, yang dipimpin oleh Prof. Otta dari Tokyo dengan ginjal donor berasal dari adik pasien. DR. Dr. David Manuputty, SpB, SpU(K) mengungkapkan Prof. Otta membantu cangkok ginjal pada 2 pasien pertama di RSCM. Operasi ketiga baru dilakukan seluruhnya oleh anak bangsa. Pasien ketiga yang menerima transplantasi ginjal adalah seorang dokter yang bernama Anom pada tahun 1978. Hingga saat ini Dr. Anom masih hidup dan merupakan pasien terlama yang mengalami cangkok ginjal. "Saat menjalani operasi itu, dokter Anom baru saja lulus kuliah kedokteran," kata David. Hal ini membuktikan bahwa transplantasi ginjal merupakan terapi yang terbaik yang bisa dilakukan untuk mengatasi gagal ginjal.

Untuk pendonor, tidak ada yang perlu dikhawatirkan hidup dengan satu ginjal. "Tidak ada yang perlu ditakutkan dengan menjadi donor karena setiap orang bisa tetap hidup normal dengan satu ginjal," kata David. "Bahkan anggota TNI pun bisa tetap melakukan aktivitas seperti biasa setelah memberikan ginjalnya." Pendonor pada operasi transplantasi pertama di Indonesia tahun 1977, Luciana Tjiusnoyo, hingga saat ini masih tampak sehat dan hidup normal dengan satu ginjal. Saat itu Luci memberikan ginjalnya pada kakaknya, Fredy Tjiusnoyo. Tidak salah jika David selalu menekankan tidak ada kerugian dengan mendonorkan ginjal. Pasalnya, sejak tahun 1977 baru 500 cangkok ginjal yang telah dilakukan. Padahal, ada 70 ribu pasien gagal ginjal di Indonesia yang dapat diterapi dengan cangkok ginjal. Keterbatasan donor menjadi salah satu penyebab transplantasi sulit dilakukan. Jumlah donor di Indonesia masih sangat kecil, hanya 15 donor ginjal per tahunnya, dibandingkan dengan 2.000 kasus baru penyakit ginjal kronik tahap akhir per tahunnya.

Data di atas menggambarkan kondisi yang sama dengan apa yang dipaparkan dalam The Triennial Conference of The Asian Society of Transplantion (CAST) tahun 2005, bahwa dari kebutuhan 73 ribu ginjal di Negara berkembang hanya terpenuhi 36 persen. Sedangkan kebutuhan Negara dunia ketiga akan 350 ribu ginjal hanya terpenuhi sbanyak 1,6 persen.

The Burden of Cost
Kendala lain untuk melakukan transplantasi ginjal adalah dari sisi biaya. Cukup banyak pasien yang tidak memiliki biaya transplantasi, meski sudah ada keluarga yang mau menjadi donor.

Namun menurut Dr. Indrawati Sukadis, Koordinator Tim Transplantasi Ginjal RS Cikini, biaya transplantasi ginjal di dalam negeri lebih rendah dibandingkan di luar negeri. "Subsidi biaya operasi transplantasi dan sebagian obat imunosupresif dari ASKES meringankan beban biaya transplantasi," ujarnya. Indrawati mendapatkan kesimpulan tersebut dari penelitian yang dilakukan bersama koleganya dengan mewawancarai 20 pasien pasca transplantasi ginjal antara tahun 1996 hingga 2006. Sebanyak 15 pasien menjalani transplantasi di dalam negeri (10 orang di RS Cikini dan 5 pasien dari rumah sakit lainnya), dan 5 pasien menjalani transolantasi di luar negeri yaitu China dan Singapore. Data yang dicatat adalah total biaya transplantasi ginjal termasuk biaya persiapan, perawatan preoperative, operative, dan pasca operative, lama perawatan, dan summer donor. Namun tidak termasuk obat imunosupresif, obat induksi, obat kegawatan, dan HD bila diperlukan.

Persiapan transplantasi ginjal di RS dalam negeri berkisar dari Rp 28,5 hingga Rp 35 juta. Total biaya transplantasi di dalam negeri adalah Rp 80 hingga Rp 250 juta. Padahal untuk biaya total transplantasi di luar negeri akan menghabiskan biaya sebesar US$ 11 – 62 ribu atau sekitar Rp 100 hingga Rp 570 juta

Klasik dan Modifikasi
Pusat transplantasi ginjal di Indonesia tersebar di 11 tempat diantaranya RS Cikini tercatat telah melakukan transplantasi sebanyak 277 kali, RSCM 35 kali, RS Kariadi 48 kali, RS Gatot Subroto 49 kali, RS Sutomo 31 kali, RS Sardjito 32 kali, RS Pringhadi 2 kali.

David mengatakan, sebelum operasi harus dilakukan beberapa persiapan, yaitu evaluasi medik, etik, dan legal yang dilakukan oleh nefrologi. Selanjutnya menentukan sisi ginjal donor, dan dipilih fosa iliaka kanan resipien, kecuali terdapat kelainan pada sisi kanan. "Ginjal yang diambil untuk didonorkan adalah ginjal yang paling jelek dan paling kecil," ujar David. Pencitraan donor dilakukan dengan BNO-IVP, aortografi, arteriografi selektif, dan CT-angiografi. "CT-Angiography 3 dimensi dengan dan tanpa kontras memberikan hasil yang memuaskan dalam identifikasi batu, gambaran anatomi ginjal-collecting system dan vaskularisasi. Prosedur ini mempunyai morbiditas minimal," kata David.

Setelah ginjal diambil, harus segera dilakukan 'penanaman' pada resipien. "Bahkan dengan suhu ruang yang sudah diturunkan menjadi 4°C, metabolisme ginjal masih sepuluh persen," ujar David.

Teknik transplantasi ginjal di Indonesia awalnya dilakukan dengan menggunakan teknik klasik. "Kira-kira pada 20 kasus pertama," ujar David. Pada teknik itu, ginjal kanan disambungkan dengan iliaka kiri dan ginjal kiri dengan iliaka kanan. Anastomosis arteri terlebih dahulu. Sedangkan arteri renalis disambungkan end to end ke arteri iliaka interna dan vena renalis disambungkan end to side ke vena iliaka eksterna. "Pada teknik klasik ini harsu membongkar lebih banyak dan bukaan yang terlalu luas timbul. Efeknya, komplikasi seperti perdarahan bisa timbul," kata David.

Teknik yang banyak digunakan sekarang adalah teknik modifikasi. Ginjal kiri atau kanan disambungkan ke iliaka kanan. "Alasannya, karena pembuluh darah lebih superficial, lebih ke permukaan," kata David. Pada teknik modifikasi dilakukan vena dianastomosis lebih dahulu. Vena renalis disambungkan end to side ke vena iliaka eksterna dan arteri renalis disambungkan end to side ke arteri iliaka eksterna. Maka, teknik modifikasi lebih baik daripada teknik klasik karena waktu pengerjaan lebih singkat. "Jika operasi dimulai pukul 08.00 maka pukul 11.30 sudah selesai," kata David. Dengan teknik modifikasi akan lebih sedikit komplikasi yang terjadi, terutama hematoma.

Hematoma merupakan komplikasi yang sering terjadi. David mengatakan dari 305 operasi cangkok ginjal, hematoma terjadi pada 11 kasus atau sebesar 3,6 persen. Di urutan kedua adalah stenosis ureter sebanyak 6 kasus atau 1,5 persen. Nekrosis ureter distal sebanyak 4 kasus atau 1,2 persen, emboli paru dan stenosis arteri renalis masing-masing sebanyak 1 kasus atau 0,3 persen.

Donor Keluarga, Lebih Berhasil
Risiko pasti akan ada dalam setiap tindakan transplantasi. Dengan ditanamkan organ baru, maka akan dianggap benda asing oleh tubuh. Sistem imun membuat antibody mencoba membunuh organ baru, meski menguntungkan tubuh. Medikasi diberikan agar system imun menerima hasil tranplan dan bukan menganggapnya benda asing. Obat yang diberikan antara lain cyclosporine, tacrolimus, azathioprine, mycophenolate mofetil, prednisone, OKT3, dan antithymocyte Ig (ATGAM).
Dr. Indrawati Sukadis, mengatakan, tingkat keberhasilan operasi ginjal lebih tinggi bila donor berasal dari seseorang yang memiliki pertalian darah (related donor). "Keberhasilan mencapai 90 persen," ujarnya.
Menurut catatan David, 233 kasus transplantasi berasal dari donor hidup related dan 44 non-related. Dari kasus non related itu, sebanyak 6 kasus adalah donor ginjal yang berasal dari istri kepada suaminya. Sedangkan tidak ada kasus dengan donor yang berasal dari cadaver.

Read more...

Demam berdarah

Demam berdarah (DB) atau demam berdarah dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Penyakit ini disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dari genus Flavivirus, famili Flaviviridae. Setiap serotipe cukup berbeda sehingga tidak ada proteksi-silang dan wabah yang disebabkan beberapa serotipe (hiperendemisitas) dapat terjadi. Demam berdarah disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes aegypti.

Tanda dan gejala
Penyakit ini ditunjukkan melalui munculnya demam secara tiba-tiba, disertai sakit kepala berat, sakit pada sendi dan otot (myalgia dan arthralgia) dan ruam; ruam demam berdarah mempunyai ciri-ciri merah terang, petekial dan biasanya mucul dulu pada bagian bawah badan - pada beberapa pasien, ia menyebar hingga menyelimuti hampir seluruh tubuh. Selain itu, radang perut bisa juga muncul dengan kombinasi sakit di perut, rasa mual, muntah-muntah atau diare, pilek ringan disertai batuk-batuk. Kondisi waspada ini perlu disikapi dengan pengetahuan yang luas oleh penderita maupun keluarga yang harus segera konsultasi ke Dokter apabila pasien/penderita mengalami demam tinggi 3 hari berturut-turut. Banyak penderita atau keluarga penderita mengalami kondisi fatal karena menganggap ringan gejala-gejala tersebut.
Demam berdarah umumnya lamanya sekitar enam atau tujuh hari dengan puncak demam yang lebih kecil terjadi pada akhir masa demam. Secara klinis, jumlah platelet akan jatuh hingga pasien dianggap afebril.
Sesudah masa tunas / inkubasi selama 3 - 15 hari orang yang tertular dapat mengalami / menderita penyakit ini dalam salah satu dari 4 bentuk berikut ini :
* Bentuk abortif, penderita tidak merasakan suatu gejala apapun.
* Dengue klasik, penderita mengalami demam tinggi selama 4 - 7 hari, nyeri-nyeri pada tulang, diikuti dengan munculnya bintik-bintik atau bercak-bercak perdarahan di bawah kulit.
* Dengue Haemorrhagic Fever (Demam berdarah dengue/DBD) gejalanya sama dengan dengue klasik ditambah dengan perdarahan dari hidung (epistaksis/mimisan), mulut, dubur dsb.
* Dengue Syok Sindrom, gejalanya sama dengan DBD ditambah dengan syok / presyok. Bentuk ini sering berujung pada kematian.
Karena seringnya terjadi perdarahan dan syok maka pada penyakit ini angka kematiannya cukup tinggi, oleh karena itu setiap Penderita yang diduga menderita Penyakit Demam Berdarah dalam tingkat yang manapun harus segera dibawa ke dokter atau Rumah Sakit, mengingat sewaktu-waktu dapat mengalami syok / kematian.
Penyebab demam berdarah menunjukkan demam yang lebih tinggi, pendarahan, trombositopenia dan hemokonsentrasi. Sejumlah kasus kecil bisa menyebabkan sindrom shock dengue yang mempunyai tingkat kematian tinggi.

Diagnosis
Diagnosis demam berdarah biasa dilakukan secara klinis. Biasanya yang terjadi adalah demam tanpa adanya sumber infeksi, ruam petekial dengan trombositopenia dan leukopenia relatif.
Serologi dan reaksi berantai polimerase tersedia untuk memastikan diagnosa demam berdarah jika terindikasi secara klinis.
Mendiagnosis demam berdarah secara dini dapat mengurangi risiko kematian daripada menunggu akut.

Pencegahan
Tidak ada vaksin yang tersedia secara komersial untuk penyakit demam berdarah.

Pencegahan utama demam berdarah terletak pada menghapuskan atau mengurangi vektor nyamuk demam berdarah. Insiatif untuk menghapus kolam-kolam air yang tidak berguna (misalnya di pot bunga) telah terbukti berguna untuk mengontrol penyakit yang disebabkan nyamuk, menguras bak mandi setiap seminggu sekali, dan membuang hal - hal yang dapat mengakibatkan sarang nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit demam berdarah, sebagai berikut:

1. Melakukan kebiasaan baik, seperti makan makanan bergizi, rutin olahraga, dan istirahat yang cukup;
2. Memasuki masa pancaroba, perhatikan kebersihan lingkungan tempat tinggal dan melakukan 3M, yaitu menguras bak mandi, menutup wadah yang dapat menampung air, dan mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang perkembangan jentik-jentik nyamuk, meski pun dalam hal mengubur barang-barang bekas tidak baik, karena dapat menyebabkan polusi tanah. Akan lebih baik bila barang-barang bekas tersebut didaur-ulang;
3. Fogging atau pengasapan hanya akan mematikan nyamuk dewasa, sedangkan bubuk abate akan mematikan jentik pada air. Keduanya harus dilakukan untuk memutuskan rantai perkembangbiakan nyamuk;
4. Segera berikan obat penurun panas untuk demam apabila penderita mengalami demam atau panas tinggi;
5. Jika terlihat tanda-tanda syok, segera bawa penderita ke rumah sakit.

Pengobatan
Bagian terpenting dari pengobatannya adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal itu tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena mungkin diperlukan untuk mencegah dehidrasi dan hemokonsentrasi yang berlebihan. Transfusi platelet dilakukan jika jumlah platelet menurun drastis.
Pengobatan alternatif yang umum dikenal adalah dengan meminum jus jambu biji bangkok, namun khasiatnya belum pernah dibuktikan secara medik, akan tetapi jambu biji kenyataannya dapat mengembalikan cairan intravena. Meskipun demikian kombinasi antara manajemen yang dilakukan secara medik dan alternatif harus tetap dipertimbangkan.

Epidemiologi
Wabah pertama terjadi pada tahun 1780-an secara bersamaan di Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Penyakit ini kemudian dikenali dan dinamai pada 1779. Wabah besar global dimulai di Asia Tenggara pada 1950-an dan hingga 1975 demam berdarah ini telah menjadi penyebab kematian utama di antaranya yang terjadi pada anak-anak di daerah tersebut.

Read more...
Powered By Blogger

  © Blogger templates Palm by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP